Desa Trunyan Bali, Yuk Kenali Keunikan dan Cerita Desa Yang Berlokasi Di Kintamani Bangli Ini

Hello Bro n sis, Ialah Pulau Bali dimana pulau ini kental sekali dengan adat serta budayanya. Selain pulau Bali juga menjadi destinasi terbaik di dunia Internasional. Kali ini kita akan sedikit berkenalan tentang keunikan serta misteri suatu desa unik di Bali yaitu Desa Trunyan. www.3835group.com

Trunyan merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Untuk menuju desa ini bro n sis harus menyebrangi Danau Batur dengan menggunakan boat ataupun perahu yang disewakan penduduk setempat. Desa Trunyan berasal dari kata "Taru" yang artinya kayu atau pohon, dan "menyan" artinya wangi atau harum, jadi trunyan artinya pohon yang berbau harum. Nama desa ini diambil dari nama pohon yang tumbuh disekitar desa. 


Sejarah desa trunyan sebenarnya tidak lepas dari perjalanan 3 orang putra dan seorang putri dari Keraton Surakarta yang terusik dengan bau harum yang tercium di kediaman mereka. Alkisah akhirnya mereka pergi ke Selat Bali untuk menelusuri bau harum itu. Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, tibalah di perbatasan Desa Ciluk Karangasem dan tepi yang terletak di dekat Buleleng . Setiba di kaki Gunung Batur si putri bungsu menghentikan perjalanan, dan meminta izin kepada kakak sulungnya untuk tinggal disana. 

Akhirnya Sang Putri pindah ke lereng Gunung Batur dimana tempat Pura Batur berdiri dan beliau diberi Gelar Ratu Ayu Mas Maketeg. Kemudian kakaknya kembali melanjutkan perjalanannya. Dan saat tiba di Desa Kedisan tiba-tiba pangeran ketiga berteriak-teriak kegirangan karena mendengar suara yang amat merdu. namun kakak sulungnya tidak senang dengan kelakuannya sehingga beliau menjadi murka dan pangeran sulung pun menendang adiknya hingga jatuh dalam keadaan bersila dan berubah menjadi patung. Sampai saat ini patung itu masih ada. 

Pangeran ini diberikan gelar Ratu Sakti Sang Hyang Jero dan beliau bersemayam di Meru Tumpang Pitu atau bangunan susi dalam pura yang bertingkat tujuh di Pura Dalam Pingit di Desa Kedisan. Kemudian kedua pangeran melanjutkan kembali perjalanan mereka menyusuri tepi danau Batur. Ketika sampai di dataran mereka bertemu dengan dua gadis cantik. Lalu Pangeran kedua menyapa mereka. Namun Pangeran sulung tidak menyukai tindakan adiknya. 

Pangeran sulung pun kembali murka  dan kemudian menyepak adiknya hingga jatuh dalam keadaan telungkup . Konon, Pangeran Kedua menjadi Kepala Desa dan Desa itu dinamakan Desa Abang Dukuh. Dan akhirnya Pangeran Sulung melanjutkan perjalanannya seorang diri untuk mencari bau harum tersebut. Ia pun menyusuri pinggir Danau Batur yang curam di sebelah timur. Setiba di sebuah dataran , Ia mendapati seorang dewi yang cantik jelita sedang duduk sendirian di bawah pohon Taru Menyan. 

Pangeran rupanya amat terpesona dengan kecantikannya dan berniat ingin melamarnya. Dan akhirnya lamaran itu disampaikan kepada kakak sang dewi itu tapi harus memenuhi syaratnya agar mau menjadi pancer jagat (pasak dunia) atau pemimpin desa. Akhirnya syarat itupun dietujui oleh Pangeran Sulung.  Pesta perkawinan pun digelar dengan meriah. 

Pangeran sulung pun dinobatkan menjadi pemimpin desa yang arif dan bijaksana. Pangeran sulung lalu diberi gelar Ratu Sakti Pancering Jagat sedangkan istrinya diberi gelar Ratu Ayu Pingit Dalem Dasar. Ratu Sakti Pancering Jagat kemudian menjadi dewa tertinggi orang Trunyan. agar rakyatnya hidup aman dan damai maka beliau memerintahkan untuk tidak menguburkan jenazah orang-orang yang sudah meninggal melainkan menaruhnya di bawah pohon taru menyan sehingga bau harum dari pohon itu tidak mengundang kedatangan orang luar. 

Sejak itulah penduduk Desa Trunyan tidak lagi menguburkan jenazah orang yang sudah meninggal. dan sebaliknya jenazah-jenazah itu tidak mengeluarkan bau busuk sama sekali. Karena bau harum dari Pohon Taru Menyyan-lah yang telah menetralisirnya.  

Oiya ada lagi satu hal yang saya ingin paparkan disini bawasannya Desa Trunyan mempunyai tiga tempat unik untuk menyemayamkan jenazah orang yang sudah meninggal sesuai dengan kematiannya diantaranya, Untuk yang meninggal adalah bayi maka mereka akan disemayamkan di Sema Muda kira-kira 200 meter ke sebelah kanan lagi namun sebelum desa trunyan dari arah sekarang ini.

Untuk yang meninggal adalah orang yang kecelakaan, dibunuh atau bukan karena mati normal, maka mereka anggap itu mempunyai kesalahan besar,jadi lokasi mereka dikubur di Sema Bantas adalah di perbatasan desa Trunyan dan desa Abang. Letaknya sangat jauh.

Sedangkan untuk yang meninggal normal , mayat mereka diberi kain putih dan hanya diletakkan di bawah pohon Taru Menyan. Maksudnya mati mormal disini adalah tidak punya salah/kesalahan sesuatu, diluar kriteria di atas. 

Nah, demikianlah penjelasan singkat dari sejarah desa Trunyan. Mohon maaf jika banyak kekurangan, dan bro n sis jika memiliki informasi atau opini tambahan bisa melengkapi di kolom komentar.

0 Response to "Desa Trunyan Bali, Yuk Kenali Keunikan dan Cerita Desa Yang Berlokasi Di Kintamani Bangli Ini"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel