Canang Sari - Arti dan Makna Masing Masing Komponen di Dalamnya

Hello Bro n Sis, Kali ini kita akan berbicara tentang masalah budaya Bali, dimana apabila kita membicarakan tentang budaya Bali maka tidak akan pernah terlepas dari agama Hindu yang dianut mayoritas masyarakat Bali. 

Dalam suatu konsep agama Hindu dalam mempersiapkan sarana persembahyangan, yang antara lain : air, api, bunga, buah, daun, janur. Dalam budaya Bali, konsep ini kemudian dipraktekkan dalam wujud seni. Salah satunya adalah keanekaragaman bentuk sesajen.

Canang_sari_01

Canang Sari disini mempunyai arti yang berasal dari dua suku kata yaitu "ca" artinya indah, sedangkan "nang" artinya tujuan , dan "sari" artinya inti atau sumber. 

Jadi arti canang sari artinya dapat disimpulkan yaitu sarana untuk memohon keindahan kekuatan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta manifestasi-Nya secara sekala maupun niskala. Canang merupakan upakara atau sarana persembahyangan yang penting bagi umat Hindu khususnya di Bali. 

Nah, adapun komponen Canang Sari secara umum adalah :
  1. Daun janur sebagai alas 
  2. Porosan (sebentuk kecil daun janur kering yang berisi daun sirih, kapur putih, buah pinang);
  3. Seiris pisang 
  4. Seiris tebu 
  5. Beras 
  6. Boreh miik (sejenis bubuk berbau wangi) ;
  7. Kekiping (sejenis kue dari ketan yang kecil dan tipis) ;
  8. Di atasnya diletakkan bunga beraneka ragam (umumnya berupa warna : putih, kuning, merah, hijau);
  9. Sesari Pis Bolong (Uang Bolong) atau Uang yang berlaku


Adapun makna dari masing-masing komponen Canang Sari ini adalah 
  1. Ceper adalah sebagai alas dari sebuah canang, yang memiliki bentuk segi empat. Ceper adalah lambang angga-sarira (badan), empat sisi dari pada ceper sebagai lambang dari Panca Maha Bhuta, Panca Tan Mantra, Panca Buddhindriya, Panca Karmendriya. Keempat itulah yang membentuk terjadinya Angga-sarira (badan wadag) ini. Selain itu bentuk segi empat ini juga merupakan simbol kekuatan "Ardha Candra"(bulan).
  2. Beras atau wija adalah lambang Sang Hyang atma, yang menjadikan badan ini bisa hidup, beras atau wija sebagai lambang benih, dalam setiap insan/kehidupan diawali oleh benih yang bersumber dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berwujud Atma.
  3. Porosan sebagai simbol silih asih atau welas asih serta tulus kehadapan ida sang Hyang Widhi Wasa berserta manifestasi-Nya, demikian pula dalam hal kita menerima anugerah dan karunia-Nya. Porosan merupakan lambang dari tri pramana atau tiga kekuatan yang meliputi bayu, sabda, idep.
  4. Daun sirih sebagai lambang sabda (perkataan)
  5. Gambir sebagai lambang bayu (perbuatan)
  6. Pamor sebagai lambang idep (pikiran)
  7. Tebu dan pisang sebagai lambang Amrtha yang membuat kita memiliki aktivitas,karena dengan memiliki aktivitas kita dapat mewujudkan Amrtha untuk menghidupi badan dan jiwa ini. 
  8. Sampian Uras adalah simbol dari kekuatan matahari, lalu ujung-ujungnya  uras memakai hiasan panah sebagai simbol bintang.
  9. Bunga ditata berdasarkan warnanya sesuai dengan ideran Panca Dewata . Bunga berwarna putih/merah muda menghadap ke timur, bunga berwarna merah menghadap ke selatan, bunga berwarna kuning menghadap ke arah barat, bunga berwarna hitam, biru, hijau, atau ungu disusun, menghadap ke utara. Jadi Bunga adalah sebagai lambang kedamaian dan ketulusan hati.
  10. Kembang rampai merupakan lambang kebijaksanaan , dan ditempatkan ditengah-tengah sebagai simbol warna brumbun.
  11. Boreh miik adalah lambang sikap dan prilaku yang baik. 
  12. Minyak Wangi atau lengis miik adalah lambang ketenangan jiwa atau pengendalian diri dalam menjalani kehidupan ini agar dapat menyelesaikan beban hidup ini. 

Nah demikian ulasan tentang makna arti dan makna dari masing masing komponen yang ada di dalam Canang Sari. Mohon maaf apabila ada banyak kekurangan, jika bro n sis memiliki informasi atau opini tambahan bisa di isi di kolom komentar. Suksma Salam Rahayu

0 Response to "Canang Sari - Arti dan Makna Masing Masing Komponen di Dalamnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel