Pura, Yuk Kenalan Lebih Dekat, Jenis jenis Pura Yang Ada Di Bali

Hello Bro n Sis
www.3835group.com - Bali merupakan Pulau yang sering dijuluki dengan banyak sebutan, ada yang menyebut Pulau Dewata, Pulau Cinta, Pulau Surga, The Island of The God dan Pulau Seribu Pura dan lain sebagainya. Di Bali ini sangat kental sekali dengan adat serta budaya. 

Terutama ritual keagamaan yang diperingati pada hari-hari tertentu yang diadakan di tempat pemujaan mereka yaitu Pura. Kali ini khusus penulis akan membahas Pura, berdasarkan beberapa informasi dan literasi yang di peroleh yang tidak dapat di sebutkan satu persatu. Secara umum Pura di Bali berdasarkan karakternya dapat dibagi menjadi empat jenis antara lain

Pura_Besakih_karangasem_Bali

Pura Kahyangan Jagat dan Pura Dang Kahyangan - Pura Kahyangan Jagat ini termasuk Pura untuk umum, sebagai tempat untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dalam segala manifestasi-Nya. Adapun sepuluh Pura di Bali yang termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat diantaranya : Pura Lempuyang, Pura Andakasa, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Ulun Danu Batur, Pura Goa Lawah, Pura Ulun Danu Bratan, Pura Besakih, Pura Purusada, dan yang terakhir adalah Pura Puncak Mangu.

Sedangkan Pura Dang Kahyangan dikelompokkan berdasarkan sejarah dan pura ini dibangun untuk menghormati jasa-jasa pandita atau guru suci di masa kerajaan Bali.Keberadaan Pura Dang Kahyangan tidak bisa dilepaskan dari ajaran Rsi Rna (Salah satu ajaran dari Tri Rna). Adapun pura yang termasuk Pura Dang Kahyangan di Bali diantaranya : Pura Silayukti dimana diyakini sebagai tempat Moksanya Empu Kuturan letaknya di Kabupaten Karangasem, Pura Candi Agung Gumuk Kancil yang merupakan tempat persinggahan Maha Rsi Markendya, kemudian Pura Gunung Raung Taro Tegalalang sebagai pasraman Maha Rsi Markendya dan tempat untuk mendalami ilmu kerohanian dan ilmu keduniawian, Pura Bukit Sinunggal berdasarkan prasasti Sri Kesari Warmadewa. 

Pura ini dahulu disebut Hyang Bukit Tunggal terdapat di Desa Air Tabar, daerah Indrapura, dan yang terakhir adalah Pura Rambut Siwi Pura ini dinamakan Pura Rambut Siwi karena memiliki cerita di dalamnya yaitu pada saat Mpu Dang Hyang Nirartha ke Bali salah satu pura yang beliau kunjungi adalah Pura Rambut Siwi.

Sedikit cerita rakyat yang berkembang tentang Pura ini adalah pada saat beliau memasuki pura, penjaga pura mengharuskan agar Mpu Dang Hyang Nirartha sembahyang di pura tersebut, kalau tidak, beliau akan diterkam oleh harimau, karena diharuskan, menyembahlah beliau di pura tersebut ternyata pura tersebut menjadi hancur berantakan, karena demikian, penjaga pura akhirnya mohon maaf kepada Mpu Dang Hyang Nirartha, di samping itu penjaga pura mohon agar pura itu dikembalikan pada keadaan semula, atas kewisesaan Mpu Dang Hyang Nirartha. 

Pura itu pun kembali utuh seperti sediakala .Mpu Dang Hyang Nirartha mengambil sehelai rambut beliau diletakkan di pura tersebut untuk dijadikan sarana pemujaan di pura tersebut. Sejak itulah pura tersebut bernama Pura Rambut Siwi. Nama Rambut Siwi inilah yang lebih populer sampai saat ini.  

Pura Kahyangan Desa - pada umumnya di Bali disungsung oleh desa adatnya berupa Pura Kahyangan Tiga yang meliputi tiga buah pura yang melingkupi desa diantaranya Pura Desa atau Pura Bale Agung merupakan tempat pemujaan Tuhan sebagai penciptanya yaitu Dewa Brahma, kemudian Pura Puseh sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu sebagai pemelihara dan Pura Dalem sebagai pelebur yaitu Dewa Siwa. 

Pura Swagina - merupakan Pura yang  dikelompokkan berdasarkan fungsinya sehingga sering disebut pura fungsional. Pemuja dari pura-pura ini disatukan oleh kesamaan di dalam kekaryaan atau di dalam mata pencaharian seperti; untuk para pedagang adalah Pura Melanting, para petani dengan Pura Subak, Pura Ulunsuwi, Pura Bedugul, dan Pura Uluncarik. Masih banyak lagi seperti di hotel hotel, perkantoran pemerintah maupun swasta.

Pura Kawitan - Pura ini sudah bersifat spesifik di mana para pemujanya ditentukan oleh asal usul keturunan atau wit dari orang tersebut. Termasuk ke dalam kategori ini adalah : Sanggah-Pemerajan, Pratiwi, Paibon, Panti, Dadia atau Dalem Dadia, Penataran Dadia, Pedharman dan sejenisnya.

Demikian artikel mengenai Mengenal jenis - jenis Pura yang berada di Bali, apabila ada yang kurang rekan-rekan bisa menambahkan pada kolom diskusi. Terima kasih.

0 Response to "Pura, Yuk Kenalan Lebih Dekat, Jenis jenis Pura Yang Ada Di Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel