The 4th Ubud Royal Weekend 2017 - Menginspirasi Masyarakat Global Melalui Pendekatan Budaya

Hello bro n Sis 
Industri pariwisata masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara. Untuk itu, sektor ini akan terus menjadi lahan yang paling tepat untuk dikembangkan. Saat ini, Pulau Dewata, Bali tetap menjadi destinasi utama para wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya, terdapat sebanyak 40% wisman masuk ke Indonesia lewat Bali, sisanya lewat Jakarta 30%, Kepulauan Riau (Kepri) 20%, dan 10% tersebar luas di daerah lain. “Selain itu, Bali juga istimewa karena segudang reputasi dunia yang dialamatkan padanya. Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, dan Amenitas," ungkap Arief Yahya.

Ubud-royal-weekend-2017

Dalam dunia pariwisata terdapat tiga atraksi utama yang dicari oleh para wisatawan, yakni culture, nature, dan man-made (artificial). 
“Wisata budaya atau cultural tourism masih memegang porsi 52% dari aktivitas wisata di dunia. Di Indonesia peran wisata budaya memegang porsi yang lebih tinggi dalam mendatangkan wisatawan mancanegara, yakni sebanyak 60%. Saya yakin dengan angka ini Indonesia dapat bersaing kuat dalam cultural industry,” ungkap Arief optimis.

Berdasarkan data tersebut posisi Bali masih sangat kuat dalam menghadirkan cultural tourism di Indonesia. Meskipun dengan kemajuan ekonomi dan berbagai aktivitas modernisasi, wilayah Bali masih tetap menjaga tradisi luhurnya. Dan, Ubud merupakan salah satu wilayah yang bersinergi membangun daerahnya sekaligus memperkuat tradisi dan budaya lokalnya.

Pada kesempatan ini, dalam rangka untuk memberikan wadah kolaborasi dan interaksi bagi stakeholders lokal maupun global, MarkPlus, Inc. dan keluarga Puri Agung bersama dengan masyarakat Ubud kembali menyelenggarakan The 4th Ubud Royal Weekend. Acara yang sudah diselenggarakan keempat kalinya ini mengangkat tema “Entrepreneurship, Culture, and Tourism”. Keseluruhan tema ini akan dipaparkan secara komprehensif dalam rangkaian acara yang berlangsung selama tiga hari, 19 -21 Mei 2017 di kawasan Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar, Bali.

Hermawan Kartajaya selaku President International Council for Small Business (ICSB) Indonesia dan juga Tri-Founder Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PK-CAM) menyambut acara ini dengan antusiasme tinggi.
“Kami berterima kasih kepada keluarga Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Putra Sukawati sebagai penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Gde Oka Sukawati yang berperan aktif dalam pengembangan pariwisata di Indonesia yang juga ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia) cabang Bali. Serta, Tjokorda Gde Raka Sukawati sebagai pencetus Museum Marketing 3.0 yang memiliki semangat marketing berbasis pada tradisi dan human spirit. Semangat ini lah yang diambil dari sang ayahanda Tjokorda Gde Agung Sukawati – yang ketiganya telah mempercayakan kolaborasi acara URW ini kepada MarkPlus, Inc.”, ungkap Hermawan saat memberikan sambutan.

Hermawan melanjutkan, URW ini sudah yang keempat kalinya dan diharapkan dapat berkontribusi lebih untuk Ubud. Tema tahun ini pun akan membahas mengenai dunia wirausaha (entrepreneurship) yang dikolaborasikan dengan culture ­dan tourism.

Pada kesempatan kali ini, The 4th Ubud Royal Weekend berkolaborasi dengan Ubud HomeStay Association untuk mengangkat peranan wisata budaya di desa Ubud. Homestay sendiri merupakan tren yang  diangkat dalam URW tahun ini karena kinerjanya mampu menyelaraskan wirausaha berbasis budaya dan pariwisata.

Sejumlah homestay yang berada di kawasan Ubud telah memiliki kualitas pelayanan yang tak kalah bila dibandingkan dengan kualitas service based yang diberikan oleh hotel. Selain itu, para wisatawan dapat merasakan langsung pengalaman tinggal dan belajar budaya masyarakat Ubud secara langsung. Tidak heran, Ubud merupakan daerah dengan homestay terbaik di Indonesia.

Dalam acara ini juga, turut diresmikan Program Pengembangan Desa Wisata Indonesia yang didukung oleh tiga kementerian, yakni, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT) RI, serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) RI. Ubud dianggap dapat menjadi percontohan yang tepat bagi pengembangan desa wisata di Indonesia. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Ubud telah mampu menyelaraskan wirausaha UKM dan juga mengembangkan desanya sebagai upaya untuk menarik wisatawan.
“Desa Wisata itu bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai amenitas dengan homestay, akomodasi di rumah penduduk yang sudah sadar wisata. Juga bisa sebagai atraksi, karena berada dalam atmosfer kehidupan masyarakat desa yang hommy, kaya dengan sentuhan budaya, dan nuansa kekeluargaan yang belum tentu bisa ditemukan di negara lain,” ungkap Arief.

Menteri DPDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa selama ini telah banyak dana yang dikerahkan untuk pembangunan desa. Dan menjadikan wilayah desa sebagai tempat wisata merupakan salah satu langkah untuk dapat cepat membangun dan memajukan wilayah pedesaan di Indonesia.

Tidak ketinggalan, Menteri Koperasi dan UKM RI AAGN Puspayoga juga turut mendukung program menyukseskan desa wisata di Indonesia. Pihaknya ingin melengkapi dari sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, UMKM akan bisa menjadi klop bila dipadukan dengan desa wisata. 
“Kita ada program one village, one product. Terbentuknya desa – desa wisata akan sangkat membantu proses pemasaran berbagai produk UKM-nya,” kata Puspayoga.

Selain itu, Puspayoga mengatakan bahwa Kementerian KUKM juga mendorong agar koperasi di desa aktif dan kreatif dalam pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Selain itu, diharapkan desa-desa ini juga turut mengembangkan program homestay dan desa wisata.
 “Melalui BUMDES, potensi desa wisata dan homestay sangat bisa dipertimbangkan untuk dikelola karena sektor ini cukup menjanjikan”, tukas Puspayoga.

0 Response to "The 4th Ubud Royal Weekend 2017 - Menginspirasi Masyarakat Global Melalui Pendekatan Budaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel