Festival Gebug Seraya Desa Pekraman Seraya Kabupaten Karangasem Bali

Hello Bro n Sis
Gebug Seraya atau Gebug Ende Seraya merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh masyarakat di desa Seraya kabupaten Karangasem Bali. Tradisi Gebug atau Magebug merupakan kesenian rakyat yang khas dari kabupaten Karangasem yang di wariskan dari para leluhur, tepatnya di Desa Pakraman Seraya.

Kesenian Gebug atau Magebug ini merupakan salah satu jenis permainan rakyat, yang oleh masyarakat sekitar tarian ini di pergunakan sebagai media ritual untuk memohon kesuburan, kesehatan, serta memohon turunnya hujan pada saat saat musim kemarau atau musim kering tiba.

Gebug-Seraya-atau-Gebug-Ende-seraya-karangsem

Selain sebagai ritual upacara keagamaan perayaan Gebug atau Magebug Seraya juga memiliki peranan penting bagi generasi yang akan datang, karena melalui kegiatan Festival Gebug Seraya memiliki tujuan untuk melestarikan warisan leluhur dalam hal ini tradisi magebug yang ada di desa Seraya, dan dalam pengemasannya yang semakin baik niscaya akan menjadi salah satu destinasi wisata baru dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Karangasem.

Melalui kegian Festival Gebug Seraya ini juga panitia ataupun pemerintah setempat memberikan ruang kepada pelaku seni dan masyarakat kabupaten Karangasem, pada khususnya generasi muda yang ada di desa Pakraman Seraya untuk ikut aktif memberikan berbagai bentuk kreatifitas yang dimiliki untuk di tampilkan dalam Festival Gebug Seraya ini, seperti Seni Tari, Seni Musik Pergelaran Lawak dan Sebagainya.

Dalam 3 tahun penyelenggaraan Festival Gebug Seraya ini panitia mendapatkan dukungan penuh dari Astra Motor Centre Denpasar Bali. Pihak panitia secara langsung dalam sambutannya menyampaikan kepada masyarakat dan media yang hadir jika kedepannya di harapkan pemerintah kabupaten setempat membantu anggaran dan menjadikan Event Gebug Seraya ini menjadi kalender pariwisata di Karangasem. Dalam penutup sambutannya Panitia juga tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas dukungan pada festival Gebug Seraya hingga dapat berjalan sesuai rencana.

Dalam setiap permainan pastinya memiliki aturan yang harus di patuhi oleh peserta, begitupun pada permaian gebug ende seraya. Para peserta sebelum melakukan permainan harus di seleksi berdasarkan usia dan postur tubuh. Seperti usia anak anak, usia remaja dan usia dewasa.

Beberapa peraturan tidak tertulis menyatakan jika dalam permainan Gebug Ende Seraya ini tidak boleh memukul area di bawah pusar. serta dalam permaian dilarang saling merangkul. selain itu tiap tiap peserta memiliki area tersendiri di atas panggung, Para perserta dilarang melewati garis batas selama permainan.

Permaian Gebug Seraya atau Gebug Ende di berlangsung sekitar 10 - 15 menit. Untuk saya pribadi permaian ini termasuk sangat keras karena sebatang rotan di pergunakan untuk memukul lawan. yang menarik lagi para peserta tanpa menggunakan sarana perlindungan khusus selain tameng yang di genggam di tangan kiri. Hal ini membuat tiap peserta mengalami memar di tubuh bagian terutama di lengan dan pinggang bahkan beberapa juga mengalami luka goresan akibat pukulan atau goresan rotan.

Seperti penjelasan diatas dimana permaian ini di laksanakan untuk memohon hujan pada saat musim kemarau, pada kenyataannya memang hujan tidak serta merta turun begitu permaian ini di laksanakan. hujan tergantung pada Tuhan Yang Maha Esa, namun masyarakat sekitar percaya mereka sudah berupaya memohon hujan kepada Tuhan.

Festival Gebug Seraya atau Gebug Ende ini di laksanakan di Gor Desa Pekraman Seraya Barat, bagi Bro n Sis yang hendak menonton permainan ini berikut sedikit gambaran lokasi Gor Desa Pekraman Seraya. Untuk menjangkau Gor anda harus menggunakan alat transportasi sepeda motor atau mobil kecil karena jalan untuk mencapai lokasi memiliki tanjakan dan jalan belum lah selebar jalan di perkotaan.

Jika anda menggunakan Bis dari kota Denpasar maka, bis anda akan di parkir di area Taman Ujung, kemudian anda harus menaiki kendaraan yang lebih kecil menuju lokasi. mungkin ke depan setelah jalan di perlebar akan dapat di lalui menggunakan kendaraan lebih besar.

Salah satu wujud dukungan pihak pihak pendukung acara ini adalah dengan Menghadirkan puluhan photografer untuk hadir pada saat pembuakaan acara. Tidak kurang 50 photografer hadir  secara spesial guna mendukung dan menyebar luaskan informasi serta mengabadikan moment tentang apa dan bagaimana Festival Gebug Seraya atau Gebug Ende Seraya. 

Untuk menarik minat para Forografer ini pihak penyelenggara dan sponsor juga mengadakan kontes Photography. Sebagai Bonus bagi bro n sis yang sudah setia membaca artikel artikel di Blog ini, berikut Video amatir tentang Festival Gebug Seraya atau Gebug Ende kabupaten Karangasem.


Semoga di tahun tahun mendatang pengemasan acara Gebug Seraya ini menjadi semakin baik serta maksud dan tujuan festival ini dapat terlaksana sesuai harapan. 

0 Response to "Festival Gebug Seraya Desa Pekraman Seraya Kabupaten Karangasem Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel