Hari Teknologi ala Budaya Bali Bernama Tumpek Landep

Hello Bro N Sis
Teknologi dari hari ke hari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang sangat pesat, dari jaman batu hingga jaman internet sekarang, dari jaman pembayaran menggunakan barter atau tukar dengan barang yang di sepakati hingga pembayaran memakai on line. semakin mempermudah bagi penggunanya, namun bagi anda juga harus cerdas dalam memaknai teknologi jangan kebablasan atau merugikan orang lain. 

Bagi Umat Hindu Bali pada tiap Saniscara Kliwon Wuku Landep, masyarakat Hindu di Bali akan merayakan hari Tumpek Landep yaitu hari Raya Tumpek yang pertama dalam satu siklus perhitungan secara Pawukon. Hari suci Tumpek Landep adalah peringatan turunnya manfestasi Sanghyang Widhi Wasa ke dunia sebagai Manifestasinya Sanghyang Pasupati untuk menganugerahgkan intelegensia (IQ) kepada semua makhluk di dunia. 

Bapak Cokorda Putra Wisnu Wardhana dalam talkshow bersama di Radio bebebara hari lalu di channel 92,6 RPKD FM mengatakan, Tumpek Landep sangat erat sekali korelsinya dengan perayaan Hari Saraswati yang merupakan hari pemujaan kepada Sang Hyang Aji Saraswati sebagai peringatan turunnya Ilmu pengetahuan, Ilmu pengetahuan ini senantiasa ditajamkan dan bila idep telah tajam maka akan banyak karya teknologi yang dihasilkan untuk mempermudah menjalani kehidupan. 

Masyarakat harus cerdas dalam olah pikir, serta mengolah Buddhi, manas dan Ahengkara dalam sarira. Konsep filosofi inipun disiratkan dari perayaan hari Tumpek Landep. Agar manusia tiada henti mengasah ketajaman pikirannya sehingga tercapai kecemerlangan budi. 

Para Leluhur atau nenek moyang orang Bali ternyata sangat luar biasa mampu menyadari betapa pentingnya peranan teknologi. Teknologi yang membuat manusia bisa menaklukkan berbagai kesulitan-kesulitan dalam hidup. Teknologi pula yang menempatkan manusia meningkatkan taraf kehidupannya. Orang Hindu Bali tidak hanya berhenti dengan ritual pengharapan agar segala senjata bertambah tajam atau alat-alat produksi tetap memberikan manfaat. namun, lebih secara kreatif juga  mengejar pencapaian-pencapaian teknologi yang bisa membantu manusia sendiri meraih kesejahteraan hidupnya. 

Persembahan kepada Sanghyang Pasupati berupa sebuah “Sesayut” Pasupati, sebuah “Sesayut Jayeng Perang”, sebuah “Sesayut Kusumayudha”, “Banten Suci”, “Daksina, Peras, Ajuman, Canang Wangi, Reresik atau Pabersihan”, yang semuanya terbuat dari rangkaian janur. Besar kecilnya upacara tersebut dilaksanakan sesuai kemampuan Masyarakat Hindu Bali. 

Dengan Semangat Hari Raya Tumpek Landep sebagai "Hari Teknologi ala Bali" ini mari kita pelihara teknologi secara sekala niskala, mengasah dan meningkatkan ketajaman pikiran, menjaga kesucian teknologi serta mohon kekuatan Lahir dan Batin agar manusia selamat dalam mengarungi kehidupan. Umat manusia hendaknya terus meningkatkan ketajaman dan kecerdasan akal serta pikiran dengan mempelajari berbagai ilmu pengetahuan.

Sekian sedikit gambaran umum tentang Hari Raya Tumpek Landep, Tumpek Landep bukan hanya wujud syukur kepada kendaraan bermotor namun secara umum seperti pemaparan di atas. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan, bagi Bro N Sis yang memiliki info atau opini terkait  bisa sampaikan di kolom komentar agar rekan rekan dapat memahami lebih tentang Tumpoek Landep.

0 Response to "Hari Teknologi ala Budaya Bali Bernama Tumpek Landep"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel