Angkutan Umum oh Angkutan Umum (opini)

Hello Bro N Sis
Fenomena badai ribut antara dua angkutan umum di Indonesia baik yang beroperasional Online dengan yang konvensional akhirnya berujung bentrok beberapa hari lalu di Jakarta dan demo di beberapa daerah termasuk Denpasar Bali, entah siapa yang salah dalam hal ini, semoga ada titik temu antara kedua pihak dan pemerintah . jika kita bercermin di negara maju angkutan umum seharusnya menjadi ujung tombak pemerintah dalam melayani masyarakat, transportasi umum menjangkau seluruh wilayah, sehingga masyarakat pengguna akan cenderung menggunakan jasa angkutan umum ketimbang memakai kendaraan pribadi, dan satu yang pasti keamanan dan kenyamanan juga menjadi prioritas. 

Bercermin dari hal tersebut di negara kita Indonesia angkutan umum terkesan makin terpinggirkan, biar lebih gampang kita pakai contoh di Denpasar Bali karena domisili saya di sini. sedikit kisah balik dulu, dulu sekali saat saya masih sekolah dasar angkutan umum di bali sangat baik, kemana mana kita menggunakan jasa ini, karena perkembangan jaman makin kesini angkutan umum entah kemana, semua orang menggunakan kendaraan pribadi, meskipun pada 2 atau 4 tahun belakangan ada angkutan umum yang bernama serbagita, namun hal tersebut tidak menyurutkan pengguna kendaraan pribadi untuk memakai jasa angkutan umum. padahal kualitas Serbagita sudah lumayan baik apa mungkin karena daya jelajahnya yang tidak mencakup seluruh areal Denpasar hanya mencakup daerah daerah tertentu?

Pemerintah seharusnya segera memfasilitasi ini agar konflik kedua pihak ini segera teratasi, walaupun konflik seperti ini di beberapa negara maju juga sempat terjadi, tidak cuma di Indonesia, namun pemerintah mereka dengan sigap mencari jalan keluar agar tidak berkepanjangan. persaingan bisnis sih sah sah saja namun jangan sampai anarkis dan merugikan pengguna lain. 

Secara pengamatan amatir dengan di operasikannya angkutan yang di operasikan secara online mempermudah pengguna, namun jasa angkutan secara online ini tidak resmi di Indonesia karena tidak bayar pajak lah, tidak ikut Organda, surat surat kendaraan masih kendaraan umum dll, di pihak lain angkutan umum yang di kelola secara konvensional atau secara resmi yang lengkap perijinan, pajak dll dirasa pengguna kurang simple di jaman sekarang sehingga masyarakat beralih ke angkutan Online, di samping angkutan umum dari pemerintah tidak banyak dan tidak "aman" maka jasa Online ini menjadi pilihan. maka dari itu pemilik angkutan resmi merasa keberatan konsumennya berpindah menggunakan jasa Online. disinilah konflik dipicu. Intinya sih pemerintah harus cepat sebagai penengah di antara kedua belah pihak.

Semoga segera ada peraturan dari pemerintah, karena angkutan online ini juga memperkerjakan anak bangsa, sama sama cari makan lah. dan kedepannya bisa berjalan beriringan tidak konflik lagi.
sekian pengamatan amatir tentang angkutan umum di Indonesia, jika bro n sis memiliki info dan opini jangan sungkan untuk corat coret di kolom komentar.

0 Response to "Angkutan Umum oh Angkutan Umum (opini)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel