Arti Sarana Persembahyangan ( Air, Bunga, Dupa ) dalam Hindu Bali

Hello Bro n Sis
Dalam ajaran Hindu Bali tidaklah lepas dari sarana dalam melakukan persembahyangan berikut gambaran singkat mengenai arti sarana yang di pergunakan  dalam persembahyangan Umat Hindu Bali Sarana persembahyangan yang di maksud antara lain bunga air dan dupa selain sebagai wujud syukur kita ke hadapan tuhan yang maha kuasa dan memberikan rasa hikmat dan hening dalam bersembahyang

Berikut gambaran secara ringan arti dari masing masing sarana upacara di dalam  ajaran Agama Hindu Bali

Bunga.
Bunga yang di pakai di sini di simbulkan sebagai simbul tuhan (Siwa) sehingga pada saat persembahyangan bunga di letakkan di ujung cakupan tangan dan setelah melakukan persembahyangan bunga di letakkan di atas kepala atau di sumpingkan di atas telinga. bunga juga di gunakan dalam mengisi sesajen, yang melambangkan ketulusan hati dan bersama buah buahan dan hasil bumi lainnya di buatlah rangkaian yang mengandung makna sangat tinggi yang bernama Canang. Canang akan kita ulas di artikel selanjutnya.

Dupa.
Dupa atau api adalah sarana persembahyangan berupa harum haruman yang di bakar hingga terbakar dan berbau harum dan menyala sebagai lambang Agni dan berfungsi sebagai
-Pelantara yang menghubungkan pemuja dengan yang di puja
-Sebagai pembasmi segala Mala dan pengusir roh jahat
-Sebagai saksi dalam upacara.

Air.
Air merupakan komponen berikutnya dalam sarana persembahyangan di Hindu Bali, air di bedakan menjadi 2 (dua) yaitu:
1. Air untuk pembersihan diri secara fisik
2. Air Suci ( Tirtha )
Air Suci Tirtha berfungsi sebagai pembersihan diri dan kecemaran pikiran Sabdha Bayu dan Idep. demikian sedikit gambaran mengenai arti sarana upacara dalam agama Hindu. mohon maaf apabila terdapat banyak kekurangan, Jika Bro n Sis memiliki infoatau opini terkait dengan artikel ini bisa berbagi di kolom kmentar agar para pembaca dapat mengetahui lebih informasi lebih lengkap. 

0 Response to "Arti Sarana Persembahyangan ( Air, Bunga, Dupa ) dalam Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel